Ini yang Harus Dihindari Setelah Operasi Katarak
By: Bima Andrian
21 Feb 2019
0
Dunia kedokteran mata telah kembali hadir dengan terobosan baru. Ini merupakan penyempurnaan teknologi untuk operasi katarak di Indonesia. Bila selama ini masyarakat mengenal teknologi operasi katarak hanya dengan pisau bedah dan gelombang ultrasonik saja, sekarang telah muncul inovasi baru yang disebut sebagai Flacs atau Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS).

FLACS adalah metode operasi katarak yang menggunakan laser. Metode ini menjadi salah satu unggulan di antara metode lainnya. Operasi akan dimulai dengan fiksasi mata menggunakan alat, hanya membutuhkan total waktu 10 hingga 15 menit.

“Begitu ketemu dengan titik yang akan dioperasi dan di-setting, lasernya akan bergerak dan membuat luka insisi selebar 1,8 milimeter,” kata Setiyo Budi Riyanto, Ketua Bedah Refraktif Operasi Katarak Jakarta Eye Center di Jakarta, Rabu, 20 Februari 2019.

Setelah itu, katarak akan dihancurkan dan disedot dengan bantuan komputer. Setelah mata berada dalam keadaan bersih, proses operasi akan dilanjutkan dengan pemasangan lensa multivokal. “Ini bertugas untuk mengembalikan fungsi penglihatan agar tidak lagi terhalau katarak, dan menghilangkan plus minus dan silinder,” katanya.

Setelah tindakan operasi, pasien dapat langsung pulang tanpa perlu menutup bagian matanya. Dalam kondisi normal, waktu pemulihan pascaoperasi pun hanya berlangsung kurang dari seminggu.

“Untuk pantangannya sendiri, yang tepenting jangan kena air minimal tiga hari agar tidak infeksi,” katanya.

Juga, jika pasien akan melakukan kegiatan outdoor, gunakan kacamata agar mata terlindung dari debu dan polusi, juga ultraviolet.

Lebih dari itu, pasien dipastikan sudah dapat melakukan aktivitas seperti sedia kala. “Kalau mau kerja, menggunakan komputer lama, main handphone semuanya tidak apa-apa. Lakukan normal saja,” katanya.

sumber: tempo.co